Search Journal :

Indonesian Journal of Critical and Emergency Medicine Vol 1 No.2 June-August 2014 / ISSN : 2355-4584

Peran Skor COPD Aseessment Test (CAT) sebagai Prediktor Kejadian Eksaserbasi Akut Penyakit Paru Obstruktif Kronik pada Jemaah Haji Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012


Muhammad I Mokoagow
Anna Uyainah, Suharko Subardi, Cleopas M Rumende, Zulkifli Amin

ABSTRACT
Backrgound:
Chronic Obsructive Pulmonary Disease (COPD) contributes to health problems during pilgrimage. Idenfticiation of individuals at risk of developing acute exacerbation during pilgrimage is important and therefore the use of CAT in predicting such risk in this special population merits further investigation.
Objective: To evaluate CAT score as predictor of acute exacerbation in pilgrims with COPD.
Methods: Prospective cohort sudy in pilgrims of DKI Jakarta Province in 2012. Subjects filled in CAT prior to departure. Diary cards to record acute exacerbation symptoms were given to subjects and their flight group doctors. Upon arrival at disembarkation point, interview, examination, and card collection were conducted. Acute exacerbation was
determined according to diary cards and pilgrims’ health books.
Results: Sixty one subjects recruited (93.4% male; mean age 58.8±8.5 years) and 57.4% subjects developed acute exacerbation. CAT score 0–25 (mean 8.2±5.5) and 63.9% were in mild CAT category (score<10). Relative Risk was 1.33, Positive Predictive Value 0.68 and AUC 0.773. Median CAT score for acute exacerbation was 9 dan non acute exacerbation 4 (p<0.0001, Uji Mann-Whitney).
Conclusion: Numbers of acute exacerbation increased in moderate-severe CAT category but not statistically significant and CAT score has the ability to predict acute exacerbation.
Key words: CAT score, acute exacerbation, COPD, pilgrims.
 

ABSTRAK
Latar Belakang:
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) berkontribusi terhadap masalah kesehatan selama penyelenggaraan haji. Identifikasi individu berisiko mengalami eksaserbasi akut selama pelaksanaan haji penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, penggunaan CAT dalam memprediksi risiko tersebut pada populasi khusus ini
perlu diteliti.
Tujuan: Mengevaluasi skor CAT sebagai prediktor kejadian eksaserbasi akut pada jemaah haji dengan PPOK.
Metode: Penelitian kohort prospektif pada jemaah haji Embarkasi Provinsi DKI Jakarta tahun 2012. Subjek mengisi CAT sebelum keberangkatan. Selanjutnya diberikan kartu pencatatan gejala eksaserbasi akut kepada subjek dan dokter kelompok terbang (kloter). Saat kepulangan di tempat disembarkasi, dilakukan wawancara, pemeriksaan, dan pengumpulan kembali kartu pencatatan. Eksaserbasi akut ditentukan dari kartu pencatatan harian dan buku kesehatan haji jemaah.
Hasil: Sebanyak 61 subjek direkrut (93,4% laki-laki; rerata usia 58,8±8,5 tahun) dan 57,4% subjek mengalami eksaserbasi akut. Skor CAT berkisar 0–25 (rerata 8,2±5,5) dan 63,9% tergolong kategori CAT ringan (skor<10). Didapatkan Risiko Relatif sebesar 1,33, Nilai Duga Positif: 0,68, dan AUC 0,773. Median skor CAT kelompok eksaserbasi akut 9 dan kelompok tidak eksaerbasi akut 4 (p<0.0001 Uji Mann-Whitney).
Kesimpulan: Terdapat peningkatan kejadian eksaserbasi akut pada jemaah haji dengan CAT kategori sedangberat namun belum bermakna secara statistik dan skor CAT memiliki kemampuan untuk memprediksi terjadinya eksaserbasi akut.
Kata kunci: skor CAT, eksaserbasi akut, PPOK, jemaah haji.


Download Full Paper