Search Journal :

Indonesian Journal of Critical and Emergency Medicine Vol 1 No.2 June-August 2014 / ISSN : 2355-4584

Hubungan antara Jarak Waktu Trakeostomi dengan Mortalitas Pasien Kritis Terventilasi Mekanik di Unit Perawatan Intensif


Lusiana Kurniawati
Ceva W. Pitoyo, Martin Rumende, Arif Mansjoer

ABSTRACT
Background:
Tracheostomy procedure can reduce the airflow resistance compared to endotrachea ventilation, lower the use of sedation and analgetics, facilitate recovery process, and avoid ventilator associated pneumonia. The optimal timing to do tracheostomy procedure is still in debate. Previous studies showed various outcomes especially in terms of morbidity and mortality rates.
Objective: To investigate the association between tracheostomy timing with intensive care unit mortality and to observe the incidence of ICU mortality between early and late tracheostomy in patients with mechanical ventilation in intensive care unit.
Methods: Retrospective cohort study design was conducted on 162 critically ill patients in mechanical ventilation. These patients also underwent tracheostomy procedure during intensive care treatment in Cipto Mangunkusumo during period from January 2008-December 2012. The timing to tracheostomy, clinical, laboratory, and radiological
data were collected . Patients were observed for the incidence of mortality during intensive care. Chi Square test was used to analyze the relationship between tracheostomy timing with intensive care unit mortality. Multivariate analysis with logistic regression was used to calculate adjusted odds ratios (and 95% confidence intervals) between early and late tracheostomy group to the intensive care mortality by including confounding variables as covariates.
Results: There is no significant association between early and late tracheostomy with the intensive care unit mortality (p = 0.07) with a risk ratio (RR) of 0.67 ( CI 95 % 0.51 to 1.05 ). The incidence of mortality in early and late tracheostomy was 28.4 % and 42 %.
Conclusion: Early tracheostomy group tended to have a lower mortality incidence compared with late tracheostomy. Association between timing to tracheostomy with the intensive care unit mortality was not statistically significant.
Key words: Tracheostomy timing, intensive care unit, mortality.
 

ABSTRAK
Latar belakang:
Prosedur trakeostomi dapat menurunkan hambatan udara (apabila dibandingkan dengan selang endotrakea), memiliki potensi untuk menurunkan penggunaan obat sedasi dan analgesia sehingga dapat memfasilitasi proses penyapihan dan menghindari pneumonia terkait ventilator. Batasan waktu atau saat yang optimal untuk melakukan trakeostomi pada pasien tersebut hingga kini masih dalam perdebatan. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan hasil keluaran yang berbeda-beda terutama terhadap insiden mortalitas dan morbiditas.
Tujuan: Mengetahui insiden mortalitas pada pasien dengan trakeostomi dini dan trakeostomi lanjut di unit perawatan intensif dan hubungan antara jarak waktu trakeostomi dengan mortalitas perawatan unit intensif.
Metode: Penelitian dengan desain kohort retrospektif, dilakukan terhadap 162 pasien kritis dengan ventilasi mekanik yang menerima tindakan trakeostomi selama perawatan intensif di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo pada kurun waktu Januari 2008-Desember 2012. Data saat untuk melakukan trakeostomi, klinis, laboratorium, dan radiologis dikumpulkan. Pasien diamati untuk melihat kejadian mortalitas selama perawatan intensif. Analisis hubungan antara saat trakeostomi dengan mortalitas perawatan intensif menggunakan tes X2. Analisis multivariat dengan regresi logistik digunakan untuk menghitung adjusted odds ratio (dan interval kepercayaan 95%) antara kelompok trakeostomi dini dan lanjut untuk terjadinya mortalitas perawatan intensif dengan
memasukkan variabel-variabel perancu sebagai kovariat.
Hasil: Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara trakeostomi dini dan lanjut dengan mortalitas unit perawatan intensif pada uji X2 (p=0,07) dengan RR 0,67 (IK95% 0,51-1,05). Insiden mortalitas pada trakeostomi dini dan lanjut sebesar 28,4% dan 42%.
Kesimpulan: Kelompok trakeostomi dini cenderung untuk memiliki insiden mortalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan trakeostomi lanjut. Namun saat trakeostomi tidak berhubungan dengan mortalitas unit perawatan intensif secara statistik.
Kata kunci: Jarak waktu trakeostomi, unit perawatan intensive, mortalitas


Download Full Paper