Search Journal :

Indonesian Journal of Critical and Emergency Medicine Vol 1 No.3 July-September 2014 / ISSN : 2355-4584

Status Nutrisi Pasien Rawat Inap Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta


Irwin Tedja
Ari F Syam, Cleopas M Rumende

ABSTRACT
Background:
Tuberculosis (TB) remains a major global public health problem, responsible for more than 1 million deaths each year. The association between TB and malnutrition is well recognized. Malnutrition is common in pulmonary TB patients, especially those who are hospitalized, and may adversely affect treatment outcomes.
However, data from Indonesia are sparse, despite high burden of TB.
Objective: To evaluate nutritional status among hospitalized pulmonary TB patients in Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia.
Methods: This is a descriptive study using secondary data of 345 hospitalized pulmonary TB patients in Cipto Mangunkusumo Hospital between January 2011 and September 2013. We assessed nutritional statuses at the time of hospital admission using body mass index (BMI), Malnutrition Screening Tool (MST) and serum albumin level.
Results: At the time of admission, 66.4% of subjects had BMI <18.5 kg/m2, 50.7% of subjects had serum albumin level <3.0 g/dL and 83.8% of subjects had MST score >2.
Conclusion: More than half of hospitalized pulmonary TB patients were malnourished at the time of admission. These findings can be used to support the argument for initiation of nutritional status assessment to identify hospitalized pulmonary TB patients in Indonesia who are in risk of malnutrition.
Key words: Pulmonary tuberculosis, malnutrition, body mass index, albumin, Malnutrition Screening Tool
 

ABSTRAK
Latar belakang:
Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan global yang penting dengan lebih dari 1 juta kematian setiap tahunnya. Hubungan antara TB dan malnutrisi sudah banyak diketahui. Malnutrisi sering ditemukan pada pasien TB paru, khususnya pasien rawat inap, dan dapat memperburuk hasil pengobatan. Namun, data dari Indonesia masih sedikit, tidak sebanding dengan tingginya jumlah kasus TB.
Tujuan: Mengevaluasi status nutrisi pasien TB paru yang dirawat inap di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia.
Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan data sekunder dari 345 pasien TB paru yang dirawat inap di RS Cipto Mangunkusumo antara bulan Januari 2011 sampai September 2013. Kami menilai status nutrisi saat pasien masuk perawatan inap, antara lain dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), skor Malnutrition Screening Tool (MST), dan pemeriksan kadar albumin serum.
Hasil: Pada saat mulai perawatan, 66,4% subjek memiliki IMT <18,5 kg/m2, 50,7% subjek memiliki kadar albumin serum <3,0 g/dL, dan 83,8% subjek memiliki skor MST > 2.
Kesimpulan: Lebih dari separuh jumlah pasien TB paru yang dirawat inap mengalami malnutrisi pada awal masa perawatan. Temuan ini dapat mendukung argumen pentingnya penilaian status nutrisi untuk mengenali pasien TB paru yang memiliki risiko malnutrisi saat menjalani perawatan inap di Indonesia.
Kata Kunci: Tuberkulosis paru, malnutrisi, indeks massa tubuh, albumin, Malnutrition Screening Tool


Download Full Paper