Search Journal :

Indonesian Journal of Critical and Emergency Medicine Vol 1 No.1 March-May 2014 / ISSN : 2355-4584

Hubungan Kadar Adiponektin dengan Derajat Keparahan Asma dan Obstruksi Saluran Napas


Wa Ode Nelly Estika
Muh. Harun Iskandar

ABSTRACT
Background:
Asthma is a worldwide health problem and one of ten causes of morbidity and mortality in Indonesia. Asthma was correlated with disfunction in secretion of pro- and anti-inflammatory mediators, cytokine, and adipocytokine. Adiponectin is one of adipocytokines, acting as a mediator of anti-inflammation and influencing risk of asthma. Adiponectin and its receptors (AdipoR1, AdipoR2, T-cadherin) are expressed on multiple cell types in the lung. Although human airway smooth muscle cells express adiponectin receptors, the correlation between adiponectin and asthma in human is still controversial.
Objective: To determine the correlation between adiponectin levels and levels of airway obstruction and severity of asthma.
Methods: This was an observational study with cross-sectional approach in asthmatic patients aged 18 – 55 years old.
Results: Lower adiponectin level was significant found in persistent asthma than in intermitent asthma. (66.7% vs 39.6%; p = 0,03). Subjects with lower adiponectin levels had 3.1 times higher risk (95% CI OR: 3,1(1,10 – 8,53) to become persistent asthma but there was no correlation adiponectin levels and levels of airway obstruction.
Conclusions: There was a negative correlation between adiponectin level and severity level of asthma. The decrease of anti-inflammation state shows correlation with higher severity level of asthma.
Key words: asthma, adiponectin, severity level, obstruction level.
 

ABSTRAK
Latar Belakang:
Asma merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Di Indonesia, asma merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian. Asma berkaitan dengan gangguan dalam sekresi mediator-mediator inflamasi-anti-inflamasi, sitokin, dan adipokin. Adipokin, salah satunya adalah adiponektin, telah terbukti memiliki
sifat anti-inflamasi dan berpengaruh dalam kejadian asma. Adiponektin dan reseptornya (AdipoR1, AdipoR2 dan T-cadherin) diekspresikan di beberapa tipe sel di paru. Meskipun adiponektin dan reseptornya terdapat dalam saluran napas manusia, hubungan adiponektin dengan asma pada manusia saat ini masih kontroversial.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar adiponektin dengan derajat keparahan asma dan obstruksi saluran napas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang pada subyek asma berusia 18 – 55 tahun.
Hasil: Kadar adiponektin rendah lebih banyak ditemukan secara bermakna pada penderita asma persisten dibandingkan penderita asma intermiten (66,7% vs 39,6%; p = 0,03). Penderita asma dengan kadar adiponektin rendah berisiko mengalami asma persisten 3,1 kali (95% CI OR: 3,1(1,10 – 8,53)) dan tidak didapatkan hubungan
kadar adiponektin dengan derajat obstruksi saluran napas.
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar adiponektin dengan derajat keparahan asma. Penurunan status anti inflamasi berhubungan dengan derajat keparahan asma yang lebih berat.
Kata kunci: asma, adiponektin, derajat keparahan asma, derajat obstruksi.


Download Full Paper