Search Journal :

Indonesian Journal of Critical and Emergency Medicine Vol 1 No.1 March-May 2014 / ISSN : 2355-4584

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mortalitas Pasien ARDS di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta


Kripti Hartini
Zulkifli Amin, Ceva W. Pitoyo, Cleopas Martin Rumende

ABSTRACT
Background :
Acute respiratory distress syndrome (ARDS) is an emergency in respirology field that contributes to high mortality rate. To decrease the mortality rate of ARDS patients, we need to identify factors affecting it. Studies about factors affecting ARDS mortality showed varying results and until now there is still no comprehensive study about it in Indonesia especially at Cipto Mangunkusumo National hospital (RSCM).
Objective: To analyze factors affecting mortality of ARDS patients at Cipto Mangunkusumo Hospital.
Methods: This study was a retrospective cohort on ARDS patients who were hospitalized in Cipto Mangunkusumo hospital within 2008 and 2012. Data about clinical condition, laboratory, chest X-ray, and outcome of hospitalization were all collected from medical records. Bivariate analysis were performed on age, ARDS etiology, comorbidity Charlson index, PaO2/FiO2 ratio, APACHE II score, and ventilator use in the first 48 hours since ARDS diagnosed. Multivariate with logistic regression would be done to variables that fulfilled the condition.
Results: A total of 368 patients were included in this study. Inhospital mortality was 75.3%. On bivariate analysis we found that age, ARDS’ etiologies, comorbidity Charlson index, PaO2/FiO2 ratio, APACHE II score, and ventilator use in the first 48 hours since ARDS was diagnosed were variables that had significant associations with inhospital
mortality. From multivariate analysis, we found variables that had associations with mortality were sepsis (RR 1.26; 95% CI 1.20-1.32; p < 0.001), the high APACHE II score (RR 1.19; 95% CI 1.04-1.30; p = 0.019) ,and no ventilator use in the first 48 hours since ARDS was diagnosed (RR 1.37; 95% CI 1.25-1.43; p < 0.001).
Conclusions: Sepsis, high APACHE II score, and no ventilator use in the first 48 hours since ARDS was diagnosed were independent factors affecting ARDS patients mortality.
Key words: acute respiratory distress syndrome, factors affecting mortality
 

ABSTRAK
Latar Belakang: Acute respiratory distresss syndrome (ARDS) merupakan salah satu kegawatan di bidang respirologi yang angka mortalitasnya sangat tinggi. Dalam hal menurunkan mortalitas pasien ARDS perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Berbagai studi mengenai faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien ARDS masih menunjukkan hasil yang berbeda, dan saat ini belum ada penelitian yang komprehensif di Indonesia khususnya di RSCM.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien ARDS yang dirawat di RSCM.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif pada pasien ARDS yang dirawat di RSCM selama tahun 2008–2012. Data klinis, laboratorium, expertise foto toraks beserta status luaran (hidup atau meninggal) selama perawatan diperoleh dari rekam medis. Analisis bivariat dilakukan pada variabel usia, etiologi ARDS, indeks komorbiditas Charlson, rasio PaO2/FiO2, skor APACHE II, dan penggunaan ventilator dalam 48 jam sejak diagnosis ARDS. Variabel yang memenuhi syarat akan disertakan pada analisis multivariat dengan regresi logistik.
Hasil: Total 368 pasien diikutsertakan pada penelitian ini. Didapatkan angka mortalitas selama perawatan sebesar 75,3%. Faktor usia, etologi ARDS (sepsis, non sepsis), indeks komorbiditas Charlson, skor APACHE II, dan penggunaan ventilator dalam 48 jam sejak diagnosis ARDS merupakan variabel yang berbeda bermakna pada analisis bivariat. Faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pada analisis multivariat adalah sepsis sebagai penyebab ARDS (RR 1,26; IK 95% 1,20 sampai 1,32; p < 0,001), skor APACHE II yang tinggi (RR 1,19; IK 95% 1,03 sampai 1,30; p = 0.019) dan tidak menggunakan ventilator dalam 48 jam sejak diagnosis ARDS (RR 1,37; IK 95% 1,25 sampai 1,43; p <0,001).
Kesimpulan: ARDS dengan penyebab sepsis, skor APACHE II yang tinggi, dan tidak menggunakan ventilator dalam 48 jam sejak diagnosis ARDS merupakan faktor independen yang mempengaruhi mortalitas pasien ARDS.
Kata kunci : acute respiratory distress syndrome, mortalitas


Download Full Paper