Search Journal :

Indonesian Journal of Critical and Emergency Medicine Vol 1 No.1 March-May 2014 / ISSN : 2355-4584

Karakteristik dan Kesintasan 90 Hari Pasien Sindrom Vena Kava Superior di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Kanker Dharmais


Malikul Chair
Zulkifli Amin, Noorwati Sutandyo, Andhika Rachman, Pringgodigdo Nugroho

ABSTRACT
Background:
Superior vena cava syndrome (SVCS) is a collection of symptoms of superior vena cava due to suppression by the masses in the superior mediastinum and is a medical emergency that needs to be managed immediately. Assessment profiles and survival rate is important in determining the treatment of SVCS patients.
Objective: To obtain the profile and survival rate of SVCS patients in Mangunkusomo Cipto Hospital and Dharmais Cancer Hospital.
Methods: This is a cohort restrospective design that was conducted on SVCS patients during January 2000 to December 2011 at Cipto Mangunkusomo Hospital and Dharmais Cancer Hospital.
Results: The study population was composed of 151 study subjects. Most of them were male sex (76.2%), 18-60 years old (76.8%), and the economic status was private financing (51.7%). Type of primary tumor was lung tumor (52.3%). The most frequent signs and symptoms found were dyspnea (84,1%), cough (68,2%) and face or neck swelling (12%). Many study subjects presented with a moderate SVCS grade (60.3%). Based on survival rate-analysis, there were several factors that showed significant differences in survival rate, the economic status (p=0.021), SVCS grade (p=0.006), pneumonia (p=0.013), and type of primary tumor (p=0.03)
Conclusions: The most SVCS patients are males, age range 18-60 years old, lung tumor, having dyspnea and a moderate SVCS grade. Economic status, SVCS grade, pneumonia, and the type of primary tumor, play a role in survival rate of SVCS patients. Such factors should be considered in decision making for treatment of SVCS patients.
Key words: Superior vena cava syndrome, survival
 

ABSTRAK
Latar belakang:
Sindrom vena kava superior adalah kumpulan gejala akibat penekanan atau infiltrasi terhadap vena kava superior dan merupakan kegawatdaruratan medis yang perlu ditatalaksana segera. Penilaian karakteristik dan kesintasan penting dalam menentukan diagnosis dan tatalaksana pasien SVKS.
Tujuan: Mengetahui karakteristik dan kesintasan 90 hari pasien SVKS di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo dan Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Metode: Studi menggunakan desain kohort retrospektif yang dilakukan melalui catatan rekam medik pasien SVKS selama bulan Januari 2000 hingga Desember 2011 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo dan Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Hasil: Dari 151 subjek penelitian didapatkan jenis kelamin laki-laki 76,2% dengan rentang usia terbanyak 46-60 tahun (46,3%). Manifestasi yang sering ditemukan berupa sesak napas, distensi vena leher dan bengkak di wajah. Gambaran radiologis massa yang tersering adalah di bagian mediastinum superior (30,5%). Non small cell lung cancer merupakan jenis penyebab SVKS yang terbanyak (13,3%). Kesintasan kumulatif pasien SVKS dalam 90 hari adalah 54% dengan rerata kesintasan 42,5 (SE 5,2) hari serta gambaran kesintasan yang menetap mulai hari ke-60.
Kesimpulan: Kejadian SVKS terbanyak ditemukan pada pasien non small cell lung cancer, jenis kelamin lakilaki dan rentang usia 46-60 tahun dengan manifestasi klinis yang sering ditemukan adalah sesak napas, distensi vena leher dan bengkak pada wajah. Kesintasan kumulatif pasien SVKS dalam 90 hari adalah 54% dengan rerata
kesintasan adalah 42,5 (SE 5,2) hari serta gambaran kesintasan yang menetap mulai hari ke-60.
Kata kunci: Karakteristik, kesintasan, sindrom vena kava superior.


Download Full Paper